Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Perumahan di Mayang, Sukoharjo Belum Dongkrak Pendapatan Desa

Perumahan di Mayang, Sukoharjo Belum Dongkrak Pendapatan Desa
oleh Griya Sabtu, 30 Maret 2013
ilustrasi/doc

ilustrasi/doc

Pertumbuhan perumahan di Desa Mayang, Kecamatan Gatak, sejak 2008 lalu belum mampu mendongkrak pendapatan desa. Maraknya perumahan juga membuat target pencapaian pajak bumi dan bangunan (PBB) di kawasan tersebut merosot menjadi 65%.

Data dari Kantor Kepala Desa Mayang menyebutkan sebelum marak pertumbuhan perumahan, pencapaian target PBB di Desa Mayang mencapai 90%. Namun angka tersebut terus mengalami penurunan seiring pertumbuhan perumahan yang mulai masuk Desa Mayang.

Kepala Desa Mayang, Harjono, ketika ditemui Solopos.com, Kamis (28/3/2013) di balai desa setempat, mengungkapkan pertumbuhan kawasan permukiman baru semestinya membuat pertumbuhan daerah semakin maju, namun kenyataannya tidak bagi Desa Mayang.

“Penarikan pajak tidak bisa optimal. Sebelum pengembang perumahan masuk target kami bisa 80%-90%. Sekarang pencapaian maksimal hanya 65%. Penarikan pajak bagi warga desa yang biasa cukup gampang dilakukan. Tapi kalau perumahan lama cukup sulit dilakukan karena ketidakjelasan dari pihak pengembang. Kalau pengembang baru sudah kita arahkan,” terangnya.

Harjono mengatakan penarikan PBB di perumahan lama (yang telah berdiri sebelum dirinya menjabat Desember 2012 lalu) selama ini cukup sulit dilakukan karena minimnya kerja sama dari  pihak pengembang setelah proyek pembangunan perumahan rampung dilakukan.

“Pengembang itu kalau sudah keluar, penagihan pajak makin sulit. Padahal status tanah sawah di area perumahan itu 90% sudah pindah tangan semua. Pajaknya besar semua. Kadang proses pindah tangan dari pemilik tanah di sini kepada pihak luar tanpa sepengetahuan pihak desa. Kadang dari notaris langsung pindah tangan. Itu yang menyulitkan proses identifikasi,” katanya.

Kesulitan identifikasi sertifikat oleh pihak desa juga diperparah dengan keengganan warga yang tinggal di perumahan Desa Mayang untuk pengurusan administrasi kependudukan. Dari data  sensus penduduk 2010 lalu, masih banyak warga banyak yang enggan repot pindah administrasi.

Tags:

Berita Terkini Lainnya

Pengembang Properti Maksimalkan Instagram untuk Kenalkan dan Pamerkan Produk

Pengembang Properti Maksimalkan Instagram untuk Kenalkan dan Pamerkan Produk

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 30 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Instagram menjadi media paling populer di dunia. Desainer asal Amerika Ryan Korban salah satunya…

Kenormalan Baru, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

Kenormalan Baru, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 30 Mei 2020

Griya190,JAKARTA—Wacana pemerintah menerapkan kenormalan baru untuk bangkit di tengah pandemi diharapkan membawa angin segar bagi…

Punya Modal? Beli Saja Rumah Seken

Punya Modal? Beli Saja Rumah Seken

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 22 Mei 2020

Griya190.com,JAKARTA–Punya dana tapi belum tahu akan digunakan untuk apa? Beli saja rumah seken karena sejumlah…

KPR Berubah, Begini Persyaratannya

KPR Berubah, Begini Persyaratannya

oleh Ivan Indrakesuma Selasa, 12 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Mimpi untuk mendapatkan properti atau rumah bakal kian mudah terwujud. Pengajuan kredit pemilikan rumah…

Ingin Ambil KPR, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

Ingin Ambil KPR, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 11 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Pembiayaan perumahan dengan menggunakan skema kredit pemilikan rumah masih menjadi pilihan mayoritas para pencari…