Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Konsep Trow House, yang Sempit Jadi Terasa Lapang

Konsep Trow House, yang Sempit Jadi Terasa Lapang
oleh Ivan Indrakesuma Selasa, 3 Maret 2020

Griya190.com, JAKARTA—Ada banyak cara mensiasati lahan terbatas saat Anda hendak membangun rumah. Salah satu cara yang bisa dilakukan yaitu menerapkan konsep Trow House (Triangle-Narrow). Yaitu,  konsep rumah yang dapat diaplikasikan di atas lahan yang terbatas.

Dikembangkan oleh Delution, konsultan arsitektur dan desain interior yang berbasis di Jakarta, konsep Trow House menggunakan banyak permainan ruang dalam desainnya.

Konsep utama yang diterapkan pada Trow House adalah penerapan top ceiling segitiga yang menciptakan langit-langit tinggi di dalam rumah sehingga dapat memaksimalkan sirkulasi udara yang baik.

Dengan bentuk ahan yang cenderung memanjang, rumah ini didesain dengan permainan level lantai yang sekaligus menciptakan pemisah zona ruang yang sengaja didesain tidak terlalu ekstrem sehingga hubungan antar ruang tetap hangat dan tidak saling mengintimidasi.

Rooftop garden juga dihadirkan untuk memaksimalkan pemanfaatan space yang dapat menciptakan kesejukan pada hunian ini.

Menurut Chief Design Officer Delution Hezby Ryandi, lahan dengan lebar muka yang sempit memang menjadi sebuah tantangan dalam desain rumah tinggal.

“Salah satu tantangannya adalah menciptakan sirkulasi udara yang baik. Dengan menciptakan langit-langit tinggi serta menghadirkan banyak void di dalam rumah, dapat memaksimalkan aliran udara,” dikutip melalui siaran pers yang diterima Bisnis, Senin (3/2/2020).

Void yang dihadirkan dalam rumah ini tidak hanya berfungsi untuk sirkulasi udara, akan tetapi juga bisa menciptakan hubungan ruang yang lebih komunikatif. Void pertama menjadi akses view inner garden di lantai dasar yang dapat dinikmati dari kamar tidur tamu dan area kerja.

Sedangkan void kedua, menjadi penghubung kamar tidur anak dan kamar tidur utama. Void ini diaplikasikan berbeda dengan menghadirkan sebuah space yang floating dengan pemanfaatan jaring.

Menurut Delution, desain tidak hanya menyelesaikan isu lahan yang terbatas, namun juga berupaya memenuhi keinginan klien perihal gaya desain yang cenderung memiliki bentuk atap serupa rumah konvesional pada umumnya.

Arsitek kemudian menangkap gagasan tersebut dengan mengembangkan bentuk atap menjadi geometri segitiga yang dimodifikasi menjadi lebih kontemporer. (JIBI)

Berita Terkini Lainnya

Pengembang Properti Maksimalkan Instagram untuk Kenalkan dan Pamerkan Produk

Pengembang Properti Maksimalkan Instagram untuk Kenalkan dan Pamerkan Produk

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 30 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Instagram menjadi media paling populer di dunia. Desainer asal Amerika Ryan Korban salah satunya…

Kenormalan Baru, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

Kenormalan Baru, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 30 Mei 2020

Griya190,JAKARTA—Wacana pemerintah menerapkan kenormalan baru untuk bangkit di tengah pandemi diharapkan membawa angin segar bagi…

Punya Modal? Beli Saja Rumah Seken

Punya Modal? Beli Saja Rumah Seken

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 22 Mei 2020

Griya190.com,JAKARTA–Punya dana tapi belum tahu akan digunakan untuk apa? Beli saja rumah seken karena sejumlah…

KPR Berubah, Begini Persyaratannya

KPR Berubah, Begini Persyaratannya

oleh Ivan Indrakesuma Selasa, 12 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Mimpi untuk mendapatkan properti atau rumah bakal kian mudah terwujud. Pengajuan kredit pemilikan rumah…

Ingin Ambil KPR, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

Ingin Ambil KPR, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 11 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Pembiayaan perumahan dengan menggunakan skema kredit pemilikan rumah masih menjadi pilihan mayoritas para pencari…