Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Harga Tanah di Gonilan Naik Tajam

Harga Tanah di Gonilan Naik Tajam
oleh Griya Sabtu, 18 Mei 2013
ilustrasi/JIBI/dok

ilustrasi/JIBI/dok

SUKOHARJO–Harga tanah di Desa Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo meningkat drastis setelah adanya pembangunan Gedung Kampus IV Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di wilayah tersebut. Tanah-tanah itu kini sedang dikembangkan menjadi perumahan, kos dan tempat usaha.

Kades Gonilan, Wahyu Sih Setiawan, 42, ketika ditemui Espos di kantornya, Jumat (17/5/2013), mengatakan baru-baru ini harga tanah di Dukuh Gonilan, Morodipan dan Tuwak meningkat cukup drastis. Sebabnya, kata dia, lokasi ketiga dukuh itu berdekatan dengan kampus baru UMS yang belum lama diresmikan oleh Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Din Syamsudin.

“Dulu harga tanah di sana Rp600.000 per meter persegi. Sekarang mencapai Rp1,5 juta per meter persegi. Tren kenaikan harga tanah akan terus terjadi pada masa-masa mendatang,” papar dia.
Menurutnya, pembeli tanah kebanyakan berasal dari luar daerah.  Tanah itu, lanjut dia, selain untuk hunian juga digunakan untuk membangun tempat usaha karena banyaknya mahasiswa yang beraktivitas di daerah tersebut.

Wilayah Kuning

“Tanah di wilayah ini sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo sebagai wilayah kuning sehingga kami hanya bisa mempersilakan pengembang yang akan membangun perumahan atau tempat kos di sini. Otomatis, wilayah pertanian semakin menyempit. Dalam dua bulan ke depan, kemungkinan yang tersisa hanya tanas kas dan lungguh desa saja. Selebihnya sudah dijual,” ujarnya.

Sementara itu, Camat Kartasura, Bachtiar Zunan, dijumpai Espos di ruang kerjanya, Jumat, mengatakan penetapan wilayah kuning bagi seluruh wilayah Kartasura diatur dalam Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK) Sukoharjo. Menurutnya, kartasura memang diproyeksikan menjadi kawasan kota masa depan yang dimiliki Kabupaten Sukoharjo.

“Dari sepuluh desa dan dua kelurahan, hanya Pucangan, Ngemplak dan Kertonatan yang masih memiliki wilayah hijau. Itu juga tidak terlalu luas. Di desa lain, tinggal tanah kas dan lungguh yang masih berupa lahan persawahan. Perubahan status tanah dilakukan untuk menjawab tantangan kemajuan zaman dan menyelaraskan kebutuhan kota dengan masyarakat,” urainya.

Tags:

Berita Terkini Lainnya

Pengembang Properti Maksimalkan Instagram untuk Kenalkan dan Pamerkan Produk

Pengembang Properti Maksimalkan Instagram untuk Kenalkan dan Pamerkan Produk

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 30 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Instagram menjadi media paling populer di dunia. Desainer asal Amerika Ryan Korban salah satunya…

Kenormalan Baru, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

Kenormalan Baru, Angin Segar Bagi Bisnis Properti

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 30 Mei 2020

Griya190,JAKARTA—Wacana pemerintah menerapkan kenormalan baru untuk bangkit di tengah pandemi diharapkan membawa angin segar bagi…

Punya Modal? Beli Saja Rumah Seken

Punya Modal? Beli Saja Rumah Seken

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 22 Mei 2020

Griya190.com,JAKARTA–Punya dana tapi belum tahu akan digunakan untuk apa? Beli saja rumah seken karena sejumlah…

KPR Berubah, Begini Persyaratannya

KPR Berubah, Begini Persyaratannya

oleh Ivan Indrakesuma Selasa, 12 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Mimpi untuk mendapatkan properti atau rumah bakal kian mudah terwujud. Pengajuan kredit pemilikan rumah…

Ingin Ambil KPR, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

Ingin Ambil KPR, Perhatikan Dulu Hal-Hal Ini

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 11 Mei 2020

Griya190.com, JAKARTA–Pembiayaan perumahan dengan menggunakan skema kredit pemilikan rumah masih menjadi pilihan mayoritas para pencari…