Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Desain Interior Properti Beralih ke Eco Living

Desain Interior Properti Beralih ke Eco Living
oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 20 Maret 2020

Griya190.com, JAKARTA–Tren desain interior berubah-ubah dari waktu ke waktu, baik dari aspek material, selera, sampai masalah harga. Tren desain interior bisa futuristik, bisa pula berbalik arah ke tren masa lalu.

Chairman of HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia), Rohadi, mengatakan di Indonesia, tren desain interior terkini mulai kembali kepada desain tradisional dan kedaerahan, seperti nuansa warna alam dan ornamen tenun.

Sementara itu, dari segi internasional fokusnya kepada bahan yang digunakan, karena mulai ada tren eco-living.

“Tren itu [eco-living] sudah menjadi trending topic di mana-mana karena itu juga menjadi keharusan bahwa semua harus safety, apa materialnya. Jangan sampai buang plastik atau tidak sustainable,” ungkapnya kepada Bisnis.

Lalu dari sisi warna, tren yang ada saat ini cenderung kembali ke warna alami, mengarah pada hal-hal yang dulu pernah ada, tetapi dengan kriteria yang lebih spesifik. Salah satu implementasinya seperti warna cokelat dengan menggunakan material kayu.

“Kayu sekarang walaupun sudah susah dicari, tapi orang yang penting look-nya kayu walaupun dalamnya bukan solid wood, misalnya, orang tetap banyak pakai,” jelasnya.

Rohadi juga menyebutkan tahun ini warna-warna mencolok tidak lagi menjadi tren properti. Kali ini tren warna properti mengarah ke warna-warna pastel yang lebih lembut.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak potensi untuk menjadi pelopor desain interior dengan tren yang sedang berlangsung. Dengan banyaknya kekayaan budaya, warna, dan material yang bisa digali.

“Jadi, bagaimana kita bisa mengangkat budaya lokal ke internasional. Bambu tidak lagi hanya dipotong disambung, sekarang bambu diolah bisa jadi material yang fungsinya variatif,” kata Rohadi.

Selain itu, bahan daur ulang juga akan jadi tren sebagai proses kreativitas. Di negara maju, bahan daur ulang juga diutamakan karena negara maju cenderung mengutamakan lingkungan.

“Jadi, misalnya, orang mau beli bantal, dia lihat dulu ini dari bahan apa, kalau itu mengarah pada bahan yang tidak bisa didaur ulang atau berbahaya, mereka mundur, tetapi kalau dari industri kerajinan pasti mereka beli,” katanya.

Rohadi optimistis Indonesia bakal mempunyai posisi terkait dengan tren daur ulang. Pasalnya, bahan sisa dari beragam industri juga banyak sehingga bisa dimanfaatkan oleh desainer interior.

Berita Terkini Lainnya

Tingkatkan Penjualan, Perumnas Gelar Pameran Properti Secara Virtual

Tingkatkan Penjualan, Perumnas Gelar Pameran Properti Secara Virtual

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 28 September 2020

Griya190.com, SOLO – Perusahaan Umum Perumnas menggelar pameran properti secara virtual. Cara ini merupakan strategi…

Peluang Besar, Stok Rumah Bersubsidi Lebih Banyak daripada Permintaannya

Peluang Besar, Stok Rumah Bersubsidi Lebih Banyak daripada Permintaannya

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 26 September 2020

Griya190.com, SOLO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui lembaga penyalur KPR bersubsidi…

Pengin Kamar Tidur Rapi dan Bikin Betah, Coba Lakukan Hal Ini

Pengin Kamar Tidur Rapi dan Bikin Betah, Coba Lakukan Hal Ini

oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 17 September 2020

Griya190.com, SOLO – Penghuni rumah, terlebih kamar biasanya sangat menjaga privasi. Selain aturan tak ingin…

BTN Luncurkan Fitur Baru untuk KPR, Ini Kemudahannya

BTN Luncurkan Fitur Baru untuk KPR, Ini Kemudahannya

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 12 September 2020

Griya190.com, SOLO – Bank BTN meluncurkan fitur baru sebagai upaya mempermudah nasabahnya dalam bertransaksi untuk…

5 Tanaman Ini Jadi Andalan untuk Mengharumkan Ruangan

5 Tanaman Ini Jadi Andalan untuk Mengharumkan Ruangan

oleh Ivan Indrakesuma Sabtu, 12 September 2020

Griya190.com, SOLO – Memiliki ruangan yang harum dan segar merupakan keinginan setiap orang. Sebagian besar…