DESAIN GAZEBO : Bukan Sekadar Tempat Nongkrong

Gazebo merupakan struktur bangunan berbentuk seperti paviliun. Bangunan itu memiliki banyak variasi bentuk, ada yang segi delapan, segi enam, segi empat atau seperti menara. Bangunan terbuka tanpa dinding ini biasanya dibangun di taman, area publik atau di halaman depan rumah.

Istilah “gazebo” secara etimologi tak diketahui dengan pasti asal katanya. Dalam bahasa Perancis disebut que c’est beau yang berarti bertapa indah. Istilah “gazebo” kemungkinan berasal dari bahasa Macaronic Latin yang berarti aku akan menatap. Kata “gazebo” digunakan arsitek Inggris, John dan William Halfpenny, dalam buku mereka, Rural Architecture in the Chinese Taste (1750). Dalam buku Elevation of a Chinese Gazebo juga menunjukkan penggunaan kata “gazebo”, yakni sebuah menara Cina yang terletak di batu dengan ketinggian tertentu, seperti dilansir En.wikipedia.org.

gazebo di Rumdin Wawali Solo (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Gazebo di Rumdin Wawali Solo (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Gazebo muncul di Inggris, yakni di Montacute House di Somerset dan Elton on the Hill di Nottinghamshire pada akhir abad ke-18 atau awal abad ke-19. Bangunan seperti ini juga dijumpai di Amerika Serikat. Namun, Ketua Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Solo (UNS), Mohamad Muqoffa, ragu bila gazebo berasal dari daratan Eropa. Ia menduga gazebo itu berasal dari daratan Asia, terutama Jepang.

“Secara etimologi, istilah gazebo memang tidak jelas. Masyarakat Nusantara sudah mengenal bangunan seperti gazebo sejak zaman nenek moyang, tapi istilahnya berbeda-beda. Di Bali, bernama sakepat atau bale bengong. Di Sumba juga punya bangunan seperti ini, tapi atapnya berbentuk limasan runcing ke atas. Bangunan di Sumba ini bagian dari rumah adat yang berfungsi untuk lumbung pangan,” ujar Muqoffa, sapaan akrabnya, saat dijumpai Espos, Kamis (25/7).

Gazebo yang berkembang di Indonesia, terutama di Jawa didominasi gazebo berbentuk segi empat. Bangunan itu juga mengingatkan pada struktur bangunan yang sering ada di daerah persawahan Jawa. Bangunan seperti rumah panggung terbuka terbuat dari bambu beratap kerapak (anyaman daun tebu) dan terletak di tengah sawah. Bangunan ini digunakan petani padi untuk istirahat siang sembari menghalau hama burung pada tanaman padi.

Pada zaman modern, gazebo berfungsi sebagai tempat santai keluarga atau tempat untuk menerima tamu dengan santai. Menurut Muqoffa, gazebo sebenarnya bukan merupakan bagian dari komponen bangunan di Indonesia. Entitas ini hadir dengan mengadopsi pengaruh budaya dari luar.

“Karena bukan bagian dari komponen bangunan rumah, maka tata letaknya pun tak memiliki pakem. Letak gazebo itu sangat tergantung pada fungsi dan keperluan. Kalau untuk privat ya letaknya di bagian dalam rumah atau taman belakang. Bila untuk publik, biasanya diletakkan di taman depan rumah. Apakah di pojok taman atau di mana itu lebih kondisional. Artinya menyesuaikan bentuk karakteristik bangunan rumah, mempertimbangkan estetika dan kenyamanan,” jelasnya.

26gazebo joglo di Pendapa Keprabon Wiryosumarto, Duyungan, Sidoharjo, Sragen (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

Gazebo joglo di Pendapa Keprabon Wiryosumarto, Duyungan, Sidoharjo, Sragen (Tri Rahayu/JIBI/Solopos)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Indonesia banyak dijumpai. Ada yang beratap limasan, rumah kampung dan joglo. Struktur atap lebih didominasi atap limasan. Yang jelas gazebo itu dibangun seperti rumah panggung. “Bentuk atap ini menyesuaikan selera pemiliknya. Termasuk material yang digunakan pun mengikuti keinginan pemiliknya. Material atap ada yang dari genteng, sirap, ijuk atau anyaman daun kelapa,” kata seorang pengrajin gazebo asal Purwosuman, Sidoharjo, Sragen, Triyono, 36, saat ditemui Espos secara terpisah. (solopos.com)

Komentar ditutup.