Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Sektor Properti Sumbang Investasi Rp9,1 Triliun di Kuartal I/2020

Sektor Properti Sumbang Investasi Rp9,1 Triliun di Kuartal I/2020
oleh Ivan Indrakesuma Selasa, 21 April 2020

Griya190.com, JAKARTA–Sektor properti masuk dalam lima besar penyumbang terbesar penanaman modal sepanjang kuartal I/2020.

Menurut Kepala Badan Koordinasi Penanaan Modal, Bahlil Lahadalia, realisasi total penanaman modal baik dari asing dan juga dalam negeri pada kuartal I/2020 mencapai Rp210,7 triliun dari 25.192 proyek,

“Penyumbang paling tinggi termasuk sektor transportasi, pergudangan, dan telekomunikasi,” ungkap Bahlil dalam konferensi pers melalui Youtube, Senin (20/4/2020).

Jumlah tersebut dibandingkan dengan periode yang sama pada 2019 mencatatkan pertumbuhan 8 persen, dan dibandingkan dengan kuartal IV/2019 tumbuh 1,2 persen.

Dari total realisasi investasi, sektor perumahan masuk ke dalam lima besar penyumbang investasi terbesar.

“Perumahan kawasan dan industri perkantoran terealisasi penanaman modal sebesar Rp17,8 triliun. Ini masuk dalam lima besar realisasi investasi sepanjang kuartal I/2020,” jelasnya.

Untuk realisasi penanaman modal secara keseluruhan, total penanaman modal asing (PMA) sekitar 46,5 persen dengan nilai sebesar Rp98,3 triliun. Sedangkan, penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai 53,5 persen.

Adapun, dari total PMDN, properti ikut menjadi penyumbang terbesar kelima dengan realisasi sebanyak Rp9,1 triliun. Jumlah ini di bawah konstruksi sebanyak Rp14,1 triliun.

“Jumlahnya memang turun dibandingkan dengan kuartal pertama dan akhir 2019. Walaupun bukan jadi penyebab utama, wabah corona menjadi salah satu penyebab tekanan investasi kuartal I/2020 ini,” ungkap Bahlil.

Bahlil mengungkapkan masyarakat agar tidak perlu terlalu pesimis berlebihan di tengah pandemi Covid-19, meski wabah itu memang berpengaruh pada setiap aspek.

Sejauh ini, BKPM belum mengubah target total realisasi investasi selama 2020, yakni masih sebesar Rp886 triliun. “Triwulan kedua pasti akan menurun karena April-Mei pasti agak berat. Kami kemudian membuat formulasi sedang, kira-kira Rp885 triliun, atau formulasi sangat pesimis itu di Rp817 triliun.”

Hingga saat ini, Bahlil menegaskan belum ada investor yang “lari” atau menarik diri dari Indonesia. Yang ada adalah penundaan atau penjadwalan ulang untuk merealisasikan investasinya. (JIBI)

Berita Terkini Lainnya

Ini Dia Website untuk Cari Rumah Bersubsidi

Ini Dia Website untuk Cari Rumah Bersubsidi

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 30 November 2020

Griya190.com, SOLO – Rumah bersubsidi merupakan program pemerintah sebagai alternatif bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR)…

Musim Hujan Tiba, Siapkan Rumah dengan Cara Ini

Musim Hujan Tiba, Siapkan Rumah dengan Cara Ini

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 30 November 2020

Griya190.com, SOLO – Menghadapi musim penghujan, yang biasanya terjadi di kurtal IV yakni bulan Oktober-Desember…

Permintaan Ruko Naik Seiring Meningkatnya Wirausahawan

Permintaan Ruko Naik Seiring Meningkatnya Wirausahawan

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 30 November 2020

Griya190.com, SOLO – Pandemi tidak menghentikan langkah pengembang untuk meluncurkan properti komersial. Yakni properti yang…

Pengembang Perumahan Bersubsidi Jangan Abaikan Kualitas Bangunan

Pengembang Perumahan Bersubsidi Jangan Abaikan Kualitas Bangunan

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 30 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berpesan kepada pengembang peumahan bersubsidi…

Milenial Bakal Jadi Target Program Sejuta Rumah

Milenial Bakal Jadi Target Program Sejuta Rumah

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 30 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pembangunan hunian layak…