Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Segmen Pekerja Informal Belum Banyak Tersentuh Pasar Properti

Segmen Pekerja Informal Belum Banyak Tersentuh Pasar Properti
oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 13 Februari 2020

Griya190.com, JAKARTA–Pasar properti mengalami tidur panjang, sudah tujuh tahun lamanya. Sejumlah pengembang menilai daya beli masyarakat mengalami penurunan lantaran kondisi perekonomian nasional yang juga stagnan.

Namun, menurut Ketua Umum DPP Persatuan Perusahaan Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida, sebetulnya yang turun bukan daya beli. Pelemahan di pasar properti menurutnya karena ada pergeseran perilaku konsumen.

Menurut Totok, ada satu segmen yang pangsa pasarnya besar tetapi masih belum tersentuh, yakni masyarakat berpenghasilan tidak tetap atau pekerja informal.

“Kalau ditanya masalah bunga bank, relaksasinya sudah cukup banyak, tetapi dari sistem realisasi KPR masih banyak belum tersentuh, salah satunya yang berpenghasilan tidak tetap,” katanya saat ditemui Bisnis di kantor DPP REI di Jakarta, Selasa (11/2/2020).

Kaum milenial, imbuhnya, yang saat ini pangsanya mencapai 60 persen dari keseluruhan penduduk banyak yang memilih untuk menjadi pengusaha, sehingga semakin banyak pekerja informal.

Menurutnya, milenial yang menjadi pengusaha ini sebenarnya memiliki potensi besar yang harusnya diberi kemudahan.

“Harus dinilai sampai sejauh mana mereka bankable, itu yang sedang kita perjuangkan. Kalau yang sudah punya usaha rintisan ya pasti bankable, tetapi masih ada juga yang baru mulai usaha, catering, jualan online yang mungkin masih meragukan,” ujarnya.

Adapun, upaya REI untuk memperjuangkan kaum tersebut ungkap Totok adalah dengan mendorong program tabungan. Menurutnya, jika selama tiga bulan tabungannya stabil, maka bisa diberi izin KPR, karena sebetulnya segmen tersebut punya kemampuan.

“Usulannya sudah disampaikan dan lagi dipelajari, supaya jangan sampai menurut perbankan jadi NPL [Non-Performing Loan].”

Terkait hal ini, Totok juga menyayangkan milenial yang punya daya beli tapi tidak mau membeli rumah karena lebih memprioritaskan untuk menghabiskan uangnya pada kegiatan pengisi waktu luang, seperti liburan dan mencari hiburan.

Berita Terkini Lainnya

Atasi Problem Perumahan, Pemerintah Dorong Program Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas

Atasi Problem Perumahan, Pemerintah Dorong Program Pembangunan Perumahan Berbasis Komunitas

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 28 Februari 2020

Griya190.com, JAKARTA–Pemerintah mendorong pelaksanaan program pembangunan perumahan berbasis komunitas. Kali ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan…

Ribet karena Banjir, Coba Konsep Ini

Ribet karena Banjir, Coba Konsep Ini

oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 27 Februari 2020

Griya190.com, JAKARTA –Banjir selalu menjadi momok bagi para pencari properti. Begitu pula kalangan pengembang yang…

DEKORASI RUMAH: Begini Gaya Rumah Perpaduan Klasik dan Skandinavia

DEKORASI RUMAH: Begini Gaya Rumah Perpaduan Klasik dan Skandinavia

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 24 Februari 2020

Griya190.com–Bertandang ke rumah pasangan suami istri Sukmita dan Fitria Asih Kartikawati menjadi agenda Espos, Selasa…

Perbankan Belum Ikut Turunkan Suku Bunga Properti

Perbankan Belum Ikut Turunkan Suku Bunga Properti

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 24 Februari 2020

Griya190.com, JAKARTA–Baru-baru ini Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin ke 4,75…

Ini Model Rumah yang Dicari Pasangan Muda

Ini Model Rumah yang Dicari Pasangan Muda

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 21 Februari 2020

Griya190.com, JAKARTA–Bagi pasangan yang baru saja menikah, rumah menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan….