Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Ribet karena Banjir, Coba Konsep Ini

Ribet karena Banjir, Coba Konsep Ini
oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 27 Februari 2020

Griya190.com, JAKARTA –Banjir selalu menjadi momok bagi para pencari properti. Begitu pula kalangan pengembang yang tak pernah lupa memberikan embel-embel “kawasan properti bebas dari banjir”. Musibah banjir yang menjadi langganan warga Ibu Kota, Jakarta, menjadi isu menarik dalam dunia properti.

Pengembang mau tak mau harus berinovasi membuat rencana pembangunan yang matang agar terhindar dari banjir dan dampaknya. Beberapa pengembangan yang dinilai tepat untuk menghindari dampak banjir adalah pengembangan berkonsep transit oriented development (TOD) dan pengembangan kawasan baru skala kota.

Sekretaris Jenderal Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) Ari Tri Priyono menyebutkan pengembangan berkonsep TOD merupakan salah satu strategi yang paling bisa menjadi pilihan utama di tengah kondisi Jakarta yang rawan banjir.

“Hari ini kawasan TOD itu yang paling menarik menurut saya, karena ketika ada bencana seperti ini warganya tetap bisa bergerak menggunakan transportasi umum yang ada,” katanya kepada Bisnis.com, Selasa (25/2/2020).

Lokasi hunian yang dekat dengan transportasi umum, imbuhnya, membuat warga yang tinggal di hunian tersebut tidak perlu bergantung pada kendaraan pribadi untuk pergi ke kantor. Hal tersebut juga bisa menghindari kemacetan ketika banjir mengepung di mana-mana.

Belum lagi, properti berkonsep TOD umumnya merupakan bangunan vertikal. Hal ini membuat pemilik hunian lebih aman dan nyaman ketika ada banjir.

Selain itu, Commercial and Business Development Director AKR Land Alvin Andronicus menyebutkan konsep pengembangan yang cocok ketika ingin menghindari banjir adalah mengembangkan kawasan yang baru, bukan di tanah yang sudah jenuh.

Menurutnya, pengembangan di Jakarta saat ini sudah cukup jenuh. Selain tanahnya mahal, banyaknya pengembangan yang dilakukan juga membuat tingkat penggunaan air menjadi tinggi sementara serapan airnya berkurang banyak.

“Jadi pengembang paling aman mengembangkan kawasan baru, di lahan yang masih fresh sehingga penyerapan airnya juga masih bagus,” katanya.

Belum lagi, dengan pengembangan di kawasan baru akan membuat pengembang jadi lebih leluasa untuk membangun sistem pengelolaan sumber daya air yang lebih baik serta mengatur calon penduduknya untuk menjalani kehidupan yang lebih ramah lingkungan.

“Salah satu yang sudah banyak dilakukan adalah membangun dengan konsep hijau. Ini pengolahan limbah lebih mudah, lebih baik, pengembang juga bisa mengimbau penghuni nantinya untuk mengolah dan membuang sampah pada tempatnya, jadi lingkungannya lebih terjaga,” ungkapnya.

Berita Terkini Lainnya

Bisnis Properti Anjlok? Ini Solusinya!

Bisnis Properti Anjlok? Ini Solusinya!

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 10 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA — Pemberian kemudahan pembayaran dan harga yang lebih terjangkau dapat menjadi solusi untuk…

Ini 3 Inspirasi Warna untuk Dapur Anda Agar Makin Cantik

Ini 3 Inspirasi Warna untuk Dapur Anda Agar Makin Cantik

oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 9 Juli 2020

Griya190.com, SOLO — Siapa sangka warna dapur memiliki pengaruh terhadap mood Anda ketika memasak? Warna dapat…

Mau Kamar Tidurmu Selalu Rapi? Coba Lakukan Ini

Mau Kamar Tidurmu Selalu Rapi? Coba Lakukan Ini

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 6 Juli 2020

Griya190.com, SOLO – Punya kamar tidur yang selalu rapi memang keinginan semua orang. Terlebih, kamar…

Pandemi Corona Hambat Realisasi Program Sejuta Rumah

Pandemi Corona Hambat Realisasi Program Sejuta Rumah

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 6 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA – Pembangunan hunian pada program sejuta rumah tahun ini ditargetkan bisa mencapai 1,25…

Mimpi Mewujudkan Kota Masa Depan

Mimpi Mewujudkan Kota Masa Depan

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 6 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA – Kota masa depan menjadi impian baru. Hal itu dilatarbelakangi pembangunan kota yang…