Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Pasar Segmen Middle Up di Semarang Masih Menjanjikan

Pasar Segmen Middle Up di Semarang Masih Menjanjikan
oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 14 Februari 2020

Griya190.com, SEMARANG–Kalangan pengembang properti di Semarang memacu penjualan rumah segmen menengah ke atas atau middle up, mengingat penjualan untuk tipe rumah tersebut di Kota Semarang cukup bagus.

Ketua Panitia Property Expo Semarang, Dibya K. Hidayat, mengatakan segmen middle up memang sedang bagus penjualannya. Ini terbukti dengan pameran Property Ekspo Semarang yang diikuti oleh 10 pengembang dan 1 pendukung tidak satupun yang menjual rumah bersubsidi.

“Pameran yang didominasi pengembang rumah menengah dan menengah ke atas ini dihelat selama 12 hari yaitu 13-24 Februari 2020, di Atrium Mal Ciputra Semarang. Pameran properti ke-2 tahun ini memang lebih diutamakan menjual rumah menengah dan menengah ke atas,” kata Dibya, seperti diberitakan Bisnis.com, Kamis (13/2/2020).

Pihaknya optimistis penjualan rumah menengah ke atas dapat bergeliat, seiring kondisi ekonomi maupun politik di dalam negeri yang mulai stabil.

“Kami harapkan di tahun 2020 ini demand (permintaan) akan semakin meningkat. Kemarin yang pameran pertama cukup bagus. Semoga tidak ada berita negatif, sehingga membawa dampak yang bagus untuk penjualan properti,” ujarnya.

Menurutnya, sektor properti menjadi salah satu inti penggerak pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu dukungan bersama, terutama pemerintah.

Dia berharap pemerintah dapat memberikan jaminan kestabilan ekonomi maupun politik, agar masyarakat tertarik berinvestasi di sektor properti.

“Kestabilan ekonomi dan politik yang tidak pasti di Indonesia ini yang selama ini menganggu masyarakat mau berinvestasi,” ujarnya.

Dia menambahkan, harga properti di Semarang memang terus mengalami kenaikan, seiring naiknya biaya-biaya bangunan, ongkos pekerja maupun tanah. Saat ini harga rumah tipe 36 sudah masuk di kisaran Rp 300 jutaan, yang membuat pembeli untuk selektif.

“Kalau harganya Rp300 juta, paling enggak cicilannya Rp3 jutaan. Ini minimal punya penghasilan Rp 9 juta. Segmen tentu berubah lagi,” katanya.

Berita Terkini Lainnya

Pengembang Perumahan Bersubsidi Jangan Abaikan Kualitas Bangunan

Pengembang Perumahan Bersubsidi Jangan Abaikan Kualitas Bangunan

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 30 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berpesan kepada pengembang peumahan bersubsidi…

Milenial Bakal Jadi Target Program Sejuta Rumah

Milenial Bakal Jadi Target Program Sejuta Rumah

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 30 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan pembangunan hunian layak…

Bambu Jadi Alternatif Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

Bambu Jadi Alternatif Bahan Bangunan Ramah Lingkungan

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 30 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Agar bangunan bisa bertahan dan tetap berfungsi dengan baik, material yang digunakan dalam…

Pengin Rumah Lebih Sehat? Coba Terapkan Cross Ventilation

Pengin Rumah Lebih Sehat? Coba Terapkan Cross Ventilation

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 30 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Pandemi Covid-19 banyak mengubah kebiasaan dan gaya hidup masyarakat, salah satunya kesadaran…

Waspada, Masalah Psikologis Bisa Muncul karena Rumah Berantakan

Waspada, Masalah Psikologis Bisa Muncul karena Rumah Berantakan

oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 22 Oktober 2020

Griya190.com, SOLO – Keadaan rumah yang bersih dan rapi tentu menjadi dambaan setiap penghuninya. Terlebih…