Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Industri Properti Ternyata Masih Tumbuh

Industri Properti Ternyata Masih Tumbuh
oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 10 Juni 2020

Griya190.com, JAKARTA–Di tengah karut-marut akibat wabah Covid-19, industri properti tetap menunjukkan potensi tumbuh. Tercatat, tren positif industri properti bahkan terus mengalami kenaikan.

Sejak merebaknya wabah corona, pasar properti adalah salah satu sektor yang mendapatkan dampak terburuk. Sejumlah pihak terkait mulai dari pengembang, agen, hingga pihak ketiga turut merasakan guncangan krisis akibat pandemi ini.

Namun, memasuki periode akhir kuartal II/2020, tren pencarian properti justru mengalami perkembangan positif yang cukup signifikan.

Analis 99 Group, yang menaungi portal 99.co dan rumah123.com, mencatat selama pandemi industri properti bisa diandalkan dengan adanya peningkatan tren positif. Peningkatan juga terjadi dalam hal permintaan pasar terhadap properti terutama dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan hasil survei tim analis 99 Group, diketahui minat pasar terhadap real estate terus mengalami peningkatan. Salah satu variabel survei yang dikaji yakni dengan kata kunci “rumah dijual” pada Mei 2020 meningkat pencariannya sebanyak 48 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Di awal tahun 2020, terlihat tren pencarian ‘rumah dijual’ mengalami kenaikan yang cukup baik,” tulis Executive Director 99 Group Irvan Ariesdhana dalam keterangan resmi, seperti diberitakan Bisnis.com, Senin (8/6/2020).

Kebutuhan Pasar

Selanjutnya, melalui variabel lain seperti aspek demografis, kemampuan finansial, hingga urgensi konsumen atas hunian, secara demografis tercatat 62 persen peserta survei berasal dari Jabodetabek. Dan sebanyak 66 persen dari mereka berusia antara 21 hingga 40 tahun.

Adapun, dari keseluruhan responden 99 Group, 76 persen di antaranya tengah melakukan pencarian properti. Mereka mencari dengan preferensi harga tertinggi di kisaran Rp1 miliar–Rp2 miliar dan Rp250 juta–Rp500 juta.

“Pasalnya, meskipun kebutuhan hunian segmen menengah bawah dan menengah atas cukup serupa, namun pengembang juga perlu mempertimbangkan aspek lainnya. Misalnya, aspek pendapatan calon konsumen yang secara langsung berkaitan dengan kebutuhan mereka akan hunian,” jelas Irvan.

Pasalnya, berdasarkan hasil survei tersebut juga diketahui bahwa 57 persen di antara para pencari rumah memiliki pendapatan di bawah Rp10 juta. Dengan kata lain, hasil survei tersebut menunjukkan bahwa potensi properti di segmen menengah ke bawah jauh lebih besar.

“Terlepas dari tujuan konsumen, apakah untuk investasi properti atau untuk hunian pribadi, para pengembang harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan pasar dan konsumen properti saat ini,” imbuhnya.

Berita Terkini Lainnya

Bisnis Properti Anjlok? Ini Solusinya!

Bisnis Properti Anjlok? Ini Solusinya!

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 10 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA — Pemberian kemudahan pembayaran dan harga yang lebih terjangkau dapat menjadi solusi untuk…

Ini 3 Inspirasi Warna untuk Dapur Anda Agar Makin Cantik

Ini 3 Inspirasi Warna untuk Dapur Anda Agar Makin Cantik

oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 9 Juli 2020

Griya190.com, SOLO — Siapa sangka warna dapur memiliki pengaruh terhadap mood Anda ketika memasak? Warna dapat…

Mau Kamar Tidurmu Selalu Rapi? Coba Lakukan Ini

Mau Kamar Tidurmu Selalu Rapi? Coba Lakukan Ini

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 6 Juli 2020

Griya190.com, SOLO – Punya kamar tidur yang selalu rapi memang keinginan semua orang. Terlebih, kamar…

Pandemi Corona Hambat Realisasi Program Sejuta Rumah

Pandemi Corona Hambat Realisasi Program Sejuta Rumah

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 6 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA – Pembangunan hunian pada program sejuta rumah tahun ini ditargetkan bisa mencapai 1,25…

Mimpi Mewujudkan Kota Masa Depan

Mimpi Mewujudkan Kota Masa Depan

oleh Ivan Indrakesuma Senin, 6 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA – Kota masa depan menjadi impian baru. Hal itu dilatarbelakangi pembangunan kota yang…