Pasar Properti Solo Jogja

  • Telepon
  • +62271-724811
  • Griya Solopos,
  • Jl. Adisucipto no 190, Solo

Gara-Gara Covid-19, Rumah DP Rp0 Laris Manis

Gara-Gara Covid-19, Rumah DP Rp0 Laris Manis
oleh Ivan Indrakesuma Kamis, 23 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA — Direktur Utama PD Sarana Jaya, Yoory C. Pinontoan, membeberkan terjadi lonjakan peminat terhadap Rumah Samawa alias Solusi Rumah Warga DP Rp0 Nuansa Pondok Kelapa selama pandemi Covid-19.

Yoory menerangkan pihaknya telah mencatat adanya pendaftar sebanyak 10.041 orang sejak Februari hingga Juli 2020. “Yang sudah kita lakukan pengiriman untuk survei lokasi itu sekitar 8.000 orang dan sudah terealisasi untuk melihat show unit sudah 1.111 orang,” kata Yoory melalui sambungan telepon kepada Bisnis.com, Jakarta, Senin (20/7/2020).

Yoory menerangkan dari jumlah itu ada 273 orang yang sudah akad kredit. Sementara itu unit yang sudah dihuni ada 170. “Jadi semenjak Covid-19 ini yang mendaftar Rumah Samawa DP Rp0 ini justru meningkat,” kata Yoory.

Sebelumnya, potensi kerugian negara ditemukan dari pembangunan rumah dengan uang muka nol rupiah atau Rp0 di DKI Jakarta. Temuan itu diperoleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi DKI Jakarta pada pelaksanaan kegiatan PD Pembangunan Sarana Jaya terkait proyek Tower A Klapa Village, Jakarta.

Temuan tersebut merupakan satu dari sembilan temuan tertanggal 25 Oktober 2019, terkait laporan hasil pemeriksaan kepatuhan (LHPK) pada PD Pembangunan Sarana Jaya (PPSJ) tahun buku 2018 dan 2019 seperti dikutip dari Antara, Kamis (18/7/2020).

Temuan itu berupa denda keterlambatan senilai Rp4,73 miliar dan potensi kelebihan pembayaran pekerjaan senilai Rp4,55 miliar pada pelaksanaan kegiatan proyek Tower A Klapa Village.

Dengan temuan itu, BPK merekomendasikan kepada Direktur utama PPSJ agar memproses dan mempertanggungjawabkan dengan cara memotong pembayaran terakhir dan potensi kelebihan pembayaran terakhir atas potensi kelebihan pembayaran pekerjaan Tower A DP 0 rupiah Klapa Vilage yang dilaksanakan PT TEP senilai Rp4,55 milar sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

BPK juga merekomendasikan Dirut PPSJ untuk menagih denda keterlambatan PT TEP senilai Rp4,73 miliar dan menyetorkan ke rekening KSO ST. (Syahrul Shobirin)

Berita Terkini Lainnya

Inspirasi Desain Interior Kamar Tidur Warna Hitam Putih

Inspirasi Desain Interior Kamar Tidur Warna Hitam Putih

oleh Ivan Indrakesuma Jumat, 7 Agustus 2020

Griya190.com, SOLO—Warna monochrome memang selalu menjadi pilihan utama bagi para penghuni rumah. Untuk urusan desain…

Ini Kekurangan dan Kelebihan Bahan Material Wood Plastic Composite (WPC)

Ini Kekurangan dan Kelebihan Bahan Material Wood Plastic Composite (WPC)

oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 29 Juli 2020

Griya190.com, SOLO–WPC merupakan kepanjangan dari wood plastic composite atau dalam Bahasa Indonesia komposit kayu plastik….

Ternyata Ini Standar Hotel hingga Layak Dikategorikan Bintang 5

Ternyata Ini Standar Hotel hingga Layak Dikategorikan Bintang 5

oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 29 Juli 2020

Griya190.com, SOLO–Jika Anda ingin bepergian dan memutuskan untuk menetap beberapa hari, hotel menjadi pertimbangan untuk…

Begini Rasa Optimistis Pengembang di Saat Pandemi

Begini Rasa Optimistis Pengembang di Saat Pandemi

oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 29 Juli 2020

Griya190.com, JAKARTA — Pengembang tetap percaya diri memasarkan produk dan optimistis permintaan tetap tinggi pada…

Ini 5 Masalah di Kamar Mandi dan Cara Menghindarinya

Ini 5 Masalah di Kamar Mandi dan Cara Menghindarinya

oleh Ivan Indrakesuma Rabu, 29 Juli 2020

Griya190.com, SOLO–Kamar mandi merupakan area yang sering digunakan di rumah. Sebagai area yang sering terkena…