TRIK PROPERTI: Tips Tentukan Tenor KPR Sesuai Pekerjaan

JAKARTA – Tenor atau jangka waktu pembayaran adalah salah satu hal penting yang perlu dipahami saat mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR).

Anda perlu mempertimbangkan banyak faktor sebelum menentukan tenor KPR. Contohnya, berapa gaji Anda, berapa besar cicilan yang bisa dibayarkan, dan sebagainya.

Sejumlah bank umumnya memberikan tenor sekitar 10 hingga 20 tahun. Semakin lama tenor yang dipilih, maka akan semakin kecil besar cicilan per bulannya, pun demikian sebaliknya.

Kedua pilihan tersebut baiknya dipilih mana yang paling sesuai dan tepat untuk diri sendiri, selaku kreditur. Alasannya, agar KPR yang diambil berjalan lancar tanpa macet, telat bayar, dan sebagainya.

Nah, untuk memilih tenor yang tepat baiknya Anda memahami lebih dalam tentang perbedaan tenor jangka panjang dan jangka pendek. Di antaranya seperti:

  • Tenor Jangka Panjang

Umumnya jangka watu untuk mencicil pembelian rumah lebih dari 15 tahun. Pilihan tepat untuk pekerja yang sudah yakin akan menetap selamanya di suatu tempat, alias tidka berpindah-pindah. Jenis tenor ini juga pas untuk Anda dengan gaji bulanan terbatas.

Dari segi pendapatan, tenor jangka panjang juga menjaga stabilitas keuangan. Contohnya Anda memiliki gaji Rp8 juta per bulan, sedangkan cicilannya sekitar Rp2 juta. Dengan demikian, Anda hanya menyisihkan 25% dari gaji bulanan.

Namun, mengambil tenor ini perlu mempertimbangkan kemungkinan masa depan. Contohnya pendidikan anak, kebutuhan rumah tangga, dan sebagainya yang kemungkinan besar semakin naik.

  • Tenor Jangka Pendek

Untuk tenor ini biasanya waktu mencicil pembelian rumah di bawah 10 tahun. Pas buat Anda kreditur yang ingin cepat-cepat melunasi hutang, aktif, ambisius, dan berada di tingkat manajerial suatu perusahaan. Karakter pekerja semacam ini umumnya sering perpindah tempat tinggal karena pekerjaan.

Keuntungannya nominal pembayaran jauh lebih murah. Anda pun lebih mudah menjualnya sewaktu-waktu, karena rumah sudah lunas. Khususnya bila dibandingkan dengan over kredit yang memakan waktu lama. Kelemahannya, tentu jumlah cicilan per bulan lebih besar. (bisnis.com)

Komentar ditutup.