Tips Memilih dan Menata Lemari Pakaian di Rumah

JAKARTA – Pernahkah kamar tidur Anda terasa sempit karena kehadiran sebuah lemari pakaian?

Lemari pakaian bukan sekadar tempat penyimpanan busana. Lebih dari itu perabotan tersebut juga mampu mempercantik ruangan bila tepat memadu madankannya. Mulai dari warna, ukuran, hingga material lemari pakaian itu sendiri.

Desainer interior Ary Juwono mengatakan 100%  warna lemari pakaian mesti selaras dengan interior ruang. Hal ini diperlukan guna memperkuat kesan suatu interior.

Masih soal warna, warna-warna lemari pakaian seperti hitam, putih, dan krem sebagai warna netral juga bisa menjadi pilihan lainnya. Selain warna di bagian luar lemari pakaian, penghuni juga bisa memperhatikan warna bagian dalamnya.

Misalnya, warna putih dan krem yang terang kerap digunakan sebagai warna bagian dalam lemari pakaian karena terlihat bersih dan netral serta optimal menampilkan beragam warna dari pakaian yang disimpan. Sehingga, memudahkan penggunanya saat memilih dan mengambil pakaian.

Adapun untuk hunian bergaya interior modern, lemari pakaian hendaknya dipilih yang sepi ornamen. Namun kalau penghuninya ingin menempatkan lemari pakaian sarat ornamen sebagai aksen dari furniture yang ada juga sah-sah saja. “Terkait hal tersebut merupakan alternatif terakhir karena sifatnya sangat individual.”

Bicara soal ukuran lemari pakaian. Ary mengungkapkan ukuran ideal sebuah lemari pakaian di sebuah ruangan  bergantung pada kebutuhan penggunanya. Akan tetapi bila dilihat secara perbandingan, biasanya lemari pakaian membutuhkan 1/5 maksimum dari luasan ruang yang ada.

Dengan luasan tersebut sudah mencakup luasan saat pintu lemari pakaian terbuka dengan gaya bukaan pintu swing atau membuka ke depan.

“Sebaliknya jika pintu lemari pakaian tersebut menggunakan gaya geser, hendaknya 1/5 luasan ruang sudah mencakup dua kali ketebalan dari lemari pakaian,” tuturnya.

Hal lainnya yang juga penting, menyangkut pilihan material lemari pakaian. Jamaknya digunakan kayu yang sudah melewati proses tertentu maupun natural. Sementara lemari pakaian bermaterial plastik biasanya lebih umum dipakai sebagai pelapis bagian dalam dari lemari pakaian.

Dalam perkembangannya material kayu atau plastik bisa juga bertukar fungsi untuk bagian dalam dan luar dari lemari pakaian.

“Hal ini tergantung dari selera dan gaya interior yang dipilih untuk ruang atau rumah secara keseluruhan. Hanya saja materi kayu biasanya lebih mudah beradaptasi dengan beragam gaya interior yang ada dibanding plastik yang kesannya futuristik.”

“Materi kayu paling baik adalah jati yang sifatnya lebih kuat dan tahan dari gangguan rayap maupun kelembaban,” ujarnya.

Soal ketebalan daun pintu lemari pakaian disesuaikan dengan selera penghuni masing-masing. Ary mengungkapkan hal ini akan berbanding lurus dengan harga. Apabila materi daun pintu lemari tersebut terbuat dari kayu murni, semakin tebal berarti akan semakin mahal.

Namun, semakin berkembangnya desain furnitur saat ini, ketebalan daun pintu malah semakin menipis. Tetapi ketipisannya ini sudah melalui proses desain tidak sederhana sehingga menghasilkan daun pintu lemari yang ringan tetapi kuat.

Bicara tentang penempatan lemari pakaian di kamar tidur. Ary menuturkan bila kamar tidur tersebut cukup luas, lemari pakaian baiknya diletakan di belakang kepala tempat tidur. Dengan posisi lemari pakaian menghadap terbalik dari tempat tidur yang ada. Alasannya agar kegiatan yang berhubungan dengan lemari pakaian tersebut tidak mengganggu pandangan saat penghuni tidur.

Sebaliknya bila luasan ruang terbatas opsinya menempatkan lemari pakaian sejajar dengan tempat tidur.”Sehingga sekali lagi arah pandang saat kita tidur terkesan luas.”

Catatan lainnya yang harus diperhatikan, jika penghuni akan menempatkan cermin di kulit luar daun pintu lemari pakaian baiknya jangan di sisi sejajar dengan kepala saat tidur.

Walaupun penempatan cermin di pintu luar lemari pakaian dapat memberikan efek memperluas ruang, tetapi penempatannya di sisi kepala bisa membuat kaget penghuni karena melihat refleksi wajahnya saat bangun tidur.

Tinggal perawatan lemari pakaian. Untuk hal ini Ary menyarankan perawatan terbaik perabotan ini adalah bagaimana menghindari kelembapan kulit luar maupun bagian dalam lemari pakaian.

Salah satu cara terbaiknya yaitu dengan membuat ruang tempat lemari pakaian itu berada tetap kering dan mempunyai sirkulasi udara yang baik. Selain itu sesering mungkin membuka lemari pakaian tersebut agar udara di dalamnya juga sering berganti.

“Cara lain lagi adalah dengan menempatkan lampu penerangan di dalam lemari pakaian tersebut dengan teknik dan daya yang efisien.” (Bisnis.com)

Komentar ditutup.