Pameran Ikut Dongkrak Penjualan Mebel Dalam Negeri

JAKARTA– Penyelenggaraan pameran industri hospitality (furnitur, craft, interior design dan hotel supply) untuk pertama kalinya di Indonesia pada tahun ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan mebel dalam negeri.

Sae Tanangga Karim, pengamat industri mebel dan kerajinan, mengungkapkan selama ini industri mebel Indonesia selalu berkiblat ke ekspor dan belum banyak memberikan perhatian pada pasar dalam negeri. Padahal, nilai ekspor mebel nasional pada tahun lalu hanya mencapai US$ 1,3 miliar, lebih rendah dibandingkan 2016 2015 sebesar US$ 1,6 miliar dan US$ 1,9 miliar.

“Adanya konsep pameran baru seperti ini yang menggabungkan tiga platform hospitality diharapkan mampu menarik local buyer dan regional buyer yang selama ini membeli mebel dari pameran hospitality di negara tetangga,” ujarnya, Rabu (24/01).

Dia mengatakan , data penjualan mebel di dalam negeri sulit terlacak karena tidak adanya aturan yang mengharuskan pengusaha mebel melaporkan penjualannya. Namun dia porsi penjualannya cukup seimbang dengan nilai ekspor, dan memiliki potensi untuk tetap tumbuh.

Dia menilai, pameran bertajuk Hospitality 2018 yang akan digelar pada 24-27 Oktober mendatang dapat menjadi sarana bagi pengusaha mebel lokal untuk melakulan inovasi dan kreasi agar produk yang dihasilkan berkembang menyesuaikan selera pasar dalam negeri dan internasional.

Presiden Direktur PT Traya Eksebisi Internasional Bambang Setiawan selaku penyelenggara Hospitality 2018 menjelaskan,penggabungan tiga pameran yaitu Furniture & Craft Indonesia, Mozaik Indonesia dan Hotel Sourcing Indonesia diharapkan dapat menjadi wadah yang komplit untul mempertemukan para produsen, praktisi dan konsumen dari industri terkait furnitur, kerajinan tangan, desain interior, dan perlengkapan perhotelan.

“Adanya pameran ini akan banyak membuka peluang bisnis bagi industri yang terkait di dalamnya,” jelasnya. (bisnis.com)

Komentar ditutup.