Interior Bohemian Untuk si Nyentrik

bohemian 3

JAKARTA – Mendengar kata Bohemian, kita tidak sedang membahas judul lagu Queen yang legendaris itu, Bohemian Rhapsody, melainkan gaya desain interior yang terkesan bebas dan cenderung acak-acakan tetapi tidak urakan.

Bicara gaya Bohemian ini memang tidak se-hits gaya-gaya desain interior lainnya seperti Industrial, Rustic maupun Minimalis. Namun bukan berarti gaya ini tidak cocok diaplikasikan di hunian. Terlebih bagi para penghuni berjiwa dinamis dan berselera seni tinggi gaya ini rasanya sesuai diterapkan di rumah-rumah mereka.

Desainer Interior Ary Juwono menjelaskan Bohemian itu sendiri bermakna sesuatu kasual dan tidak formal. Dalam pemahaman yang lebih luas, Bohemian merupakan sifat sosial dari masyarakat tertentu yang sering berpindah-pindah tempat.

Bila definisi tersebut ditarik ke dunia interior, maka gaya Bohemian dapat dideskripsikan sebagai gaya kasual yang tidak terpaku pada aturan keilmuan desain. “Sebuah gaya di mana harmoni, warna, material maupun bentuk bisa dipadukan tanpa takut dibilang salah,” tuturnya.

 

Lewat pendekatan seperti itu, ujar Ary, banyak orang melihat Bohemian sebagai gaya berantakan. Bagi Ary hal tersebut ada benarnya karena di lihat dari sejarahnya gaya Bohemian berawal dari kehidupan para pengembara di Timur Tengah saat mereka tinggal atau berada di suatu tempat untuk kurun waktu yang sedikit lama.

Namun seiring waktu gaya ini semakin berkembang. Hingga belakangan muncul istilah chic di belakang kata Bohemian yaitu Bohemian Chic atau Boho Chic. Ary mengatakan hal itu menandai bahwa penganut gaya Bohemian sudah melek desain. Maksudnya, walau mereka memadu beragam warna, bentuk, tekstur dalam merancang interior semua terlihat seimbang dan tidak saling berebut atensi.

“Biasanya penikmat gaya ini memang seorang yang punya naluri seni tinggi dan juga memiliki sifat petualang yang sudah banyak plesiran ke berbagai negara,” ujarnya.

TEKSTUR

Ary menuturkan bila sebuah hunian hendak memunculkan interior gaya Bohemian maka harus menghadirkan beragam tekstur dan material dalam rancangannya. Misalnya, dalam satu ruangan dindingnya terdiri dari beberapa gaya dan material berbeda. Ada material berupa susunan bata merah di sisi satu, kemudian berlapis wallpaper di sisi lainnya.

Plus, gorden dalam skala lebar yang menutupi jendela. Selain itu, penghuni juga mesti menampilkan warna dan motif berbeda untuk perangkat perabotan-perabotannya. Soal gaya perabotan yang menyetel dengan Bohemian, disarankan menggunakan furnitur-furnitur bergaya etnik atau ketimuran. Sebab banyak sifat furnitur bergaya itu mengekspos material aslinya yang terlihat alami seperti kayu dan bambu.

“Satu lagi, seperti sejarah awalnya yang merupakan gaya hidup pengembara di Timur Tengah, penyuka gaya ini juga identik menggunakan motif-motif Timteng untuk perabotan, wallpaper, gorden, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Di samping itu, penghuni bisa mengkombinasikan Bohemian dengan sentuhan-sentuhan motif lokal salah satunya batik. Menurut Ary batik sangat memungkinkan diterapkan pada gaya Bohemian. Dengan catatan batik-batik tersebut berasal dari berbagai daerah untuk menghadirkan keragaman sesuai dengan prinsip Bohemian.

“Sebenarnya batik yang cocok untuk bohemian adalah batik motif pesisir yang berwarna cerah dari Pekalongan, Cirebon sampai Madura.”

Kendati Bohemian lebih berwarna, tetapi tak ada aturan khusus yang mengharuskan penghuni menggunakan warna-warna tertentu. Yang jelas, kata Ary, gaya Bohemian mengandung warna-warna terang terlihat segar seperti merah, pink, kuning hingga tosca. Pilihan lainnya, penghuni bisa mencoba warna-warna hangat seperti merah bata, cokelat keemasan, oranye, dan lain-lainnya.

Ary memastikan kunci gaya interior Bohemian hanya satu yakni banyak menggunakan tekstur dari tiap elemen desainnya. Penggunaan tekstur itu, tambah Ary, menjadikan gaya Bohemian berbeda dengan gaya-gaya interior lainnya.

Tekstur-tekstur itu sendiri bisa dimunculkan dengan cara mengkreasikannya atau sudah lahir sebagai sifat dari material tersebut. Umpamanya lantai, banyak penganut gaya Boho ini menggunakan lantai keramik yang tidak berglasur sehingga terlihat kasar.

“Begitupun finishing dinding ada yang menggunakan cat dengan sistem kuas manual sehingga terlihat berantakan,” ujarnya.
Sedangkan benda-benda dekoratifnya dapat dihadirkan dari benda seni yang beragam bentuk, ukuran maupun jenisnya seperti lukisan, patung hingga kerajinan kain. Kesannnya seperti sedang digelar pameran. Lebih baiknya lagi benda-benda seni tersebut merupakan koleksi penghuni rumah.

Ary berpendapat rumah bergaya interior Boho sekilas memperlihatkan penghuninya terkesan seorang kolektor beragam benda seni karena tidak terbatas pada satu jenis seni seperti lukisan, tetapi juga patung dan lain-lainnya.

Selain benda-benda seni, penghuni dapat menampilkan tanaman-tanaman di dalam rumahnya. Ary mengungkapkan keberadaan tanaman akan membantu ruangan bergaya bohemian semakin terlihat liar atau kasual. Biasanya tanaman-tanaman yang digunakan untuk gaya Bohemian bernuansa Timur Tengah seperti palem yang ditempatkan dalam pot-pot terakota alami.

Ditilik dari kesesuaian arsitektur rumah, gaya interior ini sangat cocok buat hunian berarsitektur Mediteranian. Apalagi, imbuh Ary, rumah bergaya tersebut memiliki langit-langit tinggi sesuai untuk menampilkan material-material bersifat tekstil dengan cara gantung agar terlihat lebih dramatis.

“Tetapi gaya rumah lain yang sesuai untuk gaya Boho chic adalah rumah rumah pantai atau gaya coastal yang serba putih dan membawa nuansa rileks sehingga benda benda koleksi atau tekstur yang tercipta dari desainnya terlihat semakin fokus,” ujarnya kepada Bisnis.

Bila disesuaikan dengan segmen penghuninya, Ary mengatakan dengan kesan berantakannya gaya Bohemian sesuai dengan anak muda karena sifat mereka yang dimanis. Bukan hanya itu gaya Bohemian juga menghadirkan impresi easy going dan fleksibel.
Ary mengingatkan kepada pemilik hunian bergaya interior Bohemian guna memperhatikan sistem pemeliharaan yang efektif karena rentan debu. Kemudian harus dipikirkan pula pencahayaan yang seimbang agar tiap-tiap unsur dari sebuah harmoni desain interior seperti perabotan, ruang, dan benda-benda dekoratif tidak terlihat berebut perhatian. (Bisnis.com)

Komentar ditutup.