Inilah Tips Agar Tidak Salah Pilih Rumah

JAKARTA – Generasi millenial yang kebanyakan masih menyewa rumah dinilai menjadi kalangan yang paling terkena dampak dari mencekiknya harga properti kini. Untuk itu, perhatikan beberapa hal di bawah ini agar tidak merugi saat membeli atau menyewa rumah.

Sebuah survei baru-baru ini dari situs real estate StreetEasy menemukan di New York, sebesar 45% kalangan millenial mengeluarkan biaya di luar anggaran awal mereka untuk membiayai rumah mereka saat ini. Hal tersebut sebanding dengan 30% Gen X dan 19% baby boomer. Survey tersebut dilakukan kepada 1.000 penduduk New York pda akhir 2017.

Adapun majalah National Endowment for Financial Education and Parents menunjukkan satu dari lima orang tua generasi millenial melaporkan pengeluaran 50% — 59% dari untuk perumahan pada 2016, sedangka 8% lainnya menghabiskan 60% — 74% pendapatan mereka.

Untuk itu, berikut adalah beberapa hal yang mesti Anda perhatikan sebelum memutuskan untuk membeli atau menyewa tempat tinggal seperti dikutip dari CNBC:

1. Tentukan anggaran yang realistis

Menetapkan anggaran bisa lebih sulit dari yang diharapkan. Cari tahu berapa ambang 30%, berdasarkan gaji Anda. Kemudian, pertimbangkan biaya berulang lainnya yang Anda miliki, mulai dari pembayaran utang hingga tagihan telepon seluler.

Jangan tetapkan anggaran Anda berdasarkan perkiraan upah yang lebih tinggi di masa depan. Sadarilah, biaya sewa meningkat lebih cepat daripada gaji Anda.

2. Memahami pasar

Setelah Anda memiliki anggaran, periksa harga real estat di situs online atau konsultasilah dengan agen real estate untuk mengetahui alasan di balik harga tersebut.

“Memiliki gagasan tentang harga dan jenis rumah yang akan Anda temui akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat, atau membantu Anda mengarahkan Anda ke area baru atau jenis bangunan baru jika memang diperlukan agar bisa sesuai dengan anggaran Anda,” kata Grant Long, ekonom senior untuk StreetEasy.

3. Persiapkan untuk biaya tambahan

Banyak penyewa baru tidak sepenuhnya menyadari biaya lainnya yang termasuk ke dalam harga suatu properti. Biaya penandatanganan sewa – seperti biaya broker, uang jaminan dan pembayaran uang muka sewa pertama dan bulan terakhir – bervariasi. Biaya-biaya tersebut dapat mengejutkan Anda jika Anda terlalu tergesa-gesa dalam mengambil keputusan.

Jangan lupa untuk biaya fasiltas seperti asuransi dan tambahan penyewa seperti parkir. Bertanya kepada penyewa sebelumnya tentang pengalaman mereka adalah ide yang baik untuk membantu Anda menentukan berapa besar biaya Anda.

4. Kenali opportunity cost-nya

Putuskan apa yang paling penting bagi Anda ketika memilih rumah dan apa yang harus Anda korbankan. Tinggal lebih jauh dari pusat transportasi umum, di lingkungan terpencil atau dengan teman sekamar adalah semua opportunity cost yang dapat menghemat banyak uang.

Apartemen satu kamar tidur cenderung lebih mahal ketimbang dua kamar yang bisa Anda sewa bersama teman Anda.

5. Berpikir ke depan

Ketika bicara soal perumahan, buatlah rencana lima tahun. Dengan begitu, Anda akan punya lebih banyak waktu untuk menghemat guna memenuhi target finansial Anda termasuk membeli rumah atau pindah ke kota baru.

Tujuan konkret akan membantu Anda menjaga keputusan keuangan dan mencari tahu pengorbanan apa yang Anda bersedia lakukan dalam jangka pendek agar lebih nyaman dalam jangka panjang. (bisnis.com)

Komentar ditutup.