Ini Saran Desainer Interior Saat Memilih Furniture

JAKARTA – Penataan hunian dapat mewakili karakter penghuninya. Selain menentukan gaya arsitektur rumah, memilih warna cat, juga dapat dipertegas dengan pemilihan furnitur yang mengisi di dalamnya.

Lalu, apa yang penting dipertimbangkan saat memilih furnitur?

Principal Iwan Sastrawiguna Interior Design (ISID Inc), Iwan Sastrawiguna, mengatakan pemilik rumah dapat melakukan Do It Yourself (DIY).

Hal pertama yang perlu dilakukan yakni dengan mengukur ruangan dan sofa.

Pastikan ruangan tersebut dapat memuat 3 seat 2 seat 1 seat atau minimal 3 seat 2 seat.

Selanjutnya, desain furnitur mengikuti gaya arsitektur hunian yang diusung.

Kadang seseorang membeli rumah jadi, dengan demikian sudah terlihat gaya yang diusung.

“Jika rumah klasik, cari furnitur klasik. Jika ingin sofa minimalis, kenapa tidak. Cuma pesan saya, jangan latah,” pesannya.

Dia menjelaskan tren selalu berputar setiap tujuh hingga 10 tahun sekali. Artinya, gaya yang pernah menjadi tren pada era lampau dapat kembali diminati pada era kekinian.

Iwan mengamati betul perputaran di Indonesia sejak dirinya pulang ke Indonesia pada 1995.

Selama 10 tahun Iwan berada di California untuk menyelesaikan pendidikan di bidang interior design di University of San Fransisco dan bekerja untuk Crate&Barrel dan Neiman Marcus.

Saat kembali ke Tanah Air, sedang marak gaya mediterania.

Tren berubah memasuki 2002, di mana semua gaya serba minimalis yang dianggap lebih hemat bujet.

Namun, pada 2008 mulai berubah ke gaya klasik dan berlangsung hingga saat ini.

Beberapa pasangan muda yang menjadi klien ISID menyukai klasik dengan sentuhan modern, yang kemudian disebut dengan klasik kontemporer.

“Klasik merupakan gaya yang tak pernah lekang di makan zaman,” katanya. (bisnis.com)

Komentar ditutup.